Tenaga Kesehatan Harus Terus Kembangkan Kompetensi di Era Digitalisasi — Pesan Direktur Politeknik Sandi Karsa pada Seminar Ilmiah Nasional 2025

Oct 4, 2025 - 16:27
Oct 4, 2025 - 16:30
 0  53
Tenaga Kesehatan Harus Terus Kembangkan Kompetensi di Era Digitalisasi — Pesan Direktur Politeknik Sandi Karsa pada Seminar Ilmiah Nasional 2025
Tenaga Kesehatan Harus Terus Kembangkan Kompetensi di Era Digitalisasi — Pesan Direktur Politeknik Sandi Karsa pada Seminar Ilmiah Nasional 2025

Makassar, 4 Oktober 2025 — Politeknik Sandi Karsa Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui penyelenggaraan Seminar Ilmiah Nasional dengan tema “Penguatan Kompetensi TLM dalam Era Human-Centric Technology: Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel ternama di Makassar ini dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, tenaga laboratorium medis, serta praktisi kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dalam bidang kesehatan.

Sambutan Inspiratif dari Direktur Politeknik Sandi Karsa

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Sandi Karsa Makassar, Dr. Ns. H. Trimaya Cahya Mulat, S.Kep., MM, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi tenaga kesehatan di era transformasi digital.

“Tenaga kesehatan harus terus mengembangkan kompetensi dalam menghadapi era digitalisasi. Dunia kesehatan kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan manual, tetapi telah bergeser menuju sistem yang berbasis data, kecerdasan buatan, dan teknologi informasi. Karena itu, penguasaan teknologi menjadi keharusan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

Beliau menambahkan bahwa Politeknik Sandi Karsa berkomitmen untuk terus memperkuat kurikulum berbasis human-centric technology, yang menempatkan manusia sebagai pusat dari inovasi teknologi kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Politeknik Sandi Karsa tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang kuat, tetapi juga memiliki empati, etika profesional, dan kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” tambahnya.

Program Alih Jenjang / RPL: Kesempatan Baru untuk Tenaga Kesehatan

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Politeknik Sandi Karsa. Tahun ini, program studi tersebut secara resmi menerima mahasiswa alih jenjang melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi para tenaga laboratorium medis yang telah bekerja namun ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Melalui program RPL, kami memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan yang sudah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus mengulang seluruh proses dari awal. Pengalaman kerja mereka akan diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran,” jelas Dr. Trimaya Cahya Mulat.

Program ini disambut positif oleh para tenaga kesehatan di berbagai daerah karena memberikan fleksibilitas waktu belajar dan pengakuan terhadap pengalaman profesional. Selain meningkatkan jenjang pendidikan, program ini juga diharapkan memperkuat kapasitas tenaga laboratorium medis dalam menjawab kebutuhan industri kesehatan modern.

“Kami ingin menjembatani dunia kerja dan dunia akademik. Tenaga kesehatan yang memiliki pengalaman di lapangan bisa memperkuat keilmuannya di kampus, sehingga lahir profesional yang unggul dan siap menghadapi era digitalisasi,” lanjutnya.

Menghadapi Era Human-Centric Technology

Tema yang diangkat dalam seminar kali ini menyoroti pergeseran paradigma dari technology-centered ke human-centered. Artinya, teknologi harus menjadi alat untuk mempermudah pekerjaan tenaga kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan pasien, bukan menggantikan peran manusia.

Para narasumber dalam seminar menyoroti pentingnya sinergi antara inovasi teknologi, kompetensi profesional, dan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu fokus diskusi adalah bagaimana artificial intelligence, big data, dan sistem informasi laboratorium dapat diintegrasikan untuk mendukung keputusan klinis yang lebih cepat dan akurat.

Selain itu, peserta diajak untuk memahami berbagai tantangan dalam implementasi digitalisasi di bidang laboratorium medis, seperti keamanan data pasien, kebutuhan standar interoperabilitas sistem, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat institusi pendidikan maupun pelayanan kesehatan.

Kolaborasi dan Pengembangan Kompetensi

Seminar ini juga menjadi wadah kolaborasi antara Politeknik Sandi Karsa dengan berbagai institusi pendidikan dan organisasi profesi. Kegiatan ilmiah seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat jejaring akademik dan profesional di bidang Teknologi Laboratorium Medis (TLM).

Dalam sesi diskusi panel, beberapa pakar menyoroti perlunya tenaga laboratorium medis memiliki lifelong learning mindset — semangat belajar sepanjang hayat — agar dapat mengikuti dinamika perkembangan teknologi kesehatan yang begitu cepat.

“Transformasi digital bukan hanya tentang alat dan perangkat, tetapi tentang cara berpikir baru. Tenaga kesehatan harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan mengembangkan diri secara berkelanjutan,” ujar salah satu narasumber.

Komitmen Politeknik Sandi Karsa Menuju Indonesia Emas 2045

Politeknik Sandi Karsa sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia Timur terus berupaya menjadi pionir dalam inovasi pembelajaran dan riset terapan di bidang kesehatan. Melalui seminar nasional ini, kampus menegaskan kontribusinya dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 — yakni menciptakan sumber daya manusia unggul, sehat, dan berdaya saing global.

Dr. Trimaya Cahya Mulat menegaskan bahwa penguatan kompetensi TLM menjadi langkah strategis untuk mendukung transformasi layanan kesehatan nasional.

“Kami berharap para tenaga kesehatan, khususnya di bidang laboratorium medis, dapat menjadi garda depan dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan berbasis teknologi. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kita bersama-sama dapat mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih sehat dan berdaya saing,” ungkapnya.

Antusiasme dan Harapan Peserta

Para peserta seminar mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang arah perkembangan teknologi kesehatan dan bagaimana peran mereka di masa depan. Beberapa mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka perspektif baru tentang pentingnya literasi digital di dunia kesehatan.

“Seminar ini sangat membuka wawasan kami, terutama tentang pentingnya penguasaan teknologi laboratorium dan etika penggunaan data dalam dunia medis,” ujar salah satu mahasiswa TLM yang hadir.

Seminar Ilmiah Nasional yang digelar Politeknik Sandi Karsa bukan hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga momentum reflektif untuk memperkuat komitmen seluruh tenaga kesehatan dalam menghadapi perubahan global.

Melalui tema human-centric technology, kegiatan ini menegaskan bahwa manusia tetap menjadi pusat dari setiap inovasi. Teknologi hanyalah sarana — sementara kompetensi, etika, dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama pelayanan kesehatan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang dibangun, Politeknik Sandi Karsa optimistis dapat berperan aktif dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan siap menghadapi tantangan era digitalisasi menuju Indonesia Emas 2045.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow