Seminar Ilmiah Nasional Teknomedika 2025: Kolaborasi Inovasi Sains dan Teknologi untuk Kemandirian Kesehatan Nasional, Dimeriahkan Tarian Empat Etnis
Makassar, 4 Oktober 2025 — Aula megah Hotel Claro Makassar pagi itu dipenuhi semangat akademik dan budaya nusantara. Ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan instansi pemerintahan menghadiri Seminar Ilmiah Nasional Teknomedika 2025, yang mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Riset dan Teknologi untuk Kemandirian Kesehatan Nasional.”
Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Politeknik Sandi Karsa serta didukung oleh berbagai institusi akademik dan industri teknologi medis di Indonesia. Seminar tersebut menjadi ajang bertemunya para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi hasil penelitian dan gagasan inovatif dalam bidang teknologi kesehatan.
Pembukaan dengan Nuansa Budaya
Suasana hangat dan meriah sudah terasa sejak awal. Sebelum sambutan resmi dimulai, para hadirin disuguhkan penampilan spektakuler tarian empat etnis — menampilkan kekayaan budaya Nusantara dari etnis Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar.
Empat penari mengenakan busana tradisional berwarna cerah, menari dengan gerakan gemulai yang menggambarkan harmoni dan keberagaman masyarakat Sulawesi Selatan. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan pembuka, tetapi juga simbol persatuan dalam keberagaman — sejalan dengan semangat kolaborasi lintas disiplin yang diusung seminar ini.
Dentuman musik tradisional dan gemerincing gelang kaki penari menyemarakkan ruangan, disambut tepuk tangan riuh dari peserta seminar. Penampilan ini menghadirkan nuansa lokal yang khas, sekaligus menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak pernah terpisah dari akar budaya bangsa.
Sambutan Panitia
Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Seminar Ilmiah Nasional ini menjadi ruang penting bagi para peneliti untuk membangun jejaring riset dan mengembangkan inovasi teknologi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kami berharap acara ini menjadi wadah kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, dalam pidato pembukaannya menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri. “Indonesia memiliki potensi besar dalam riset kesehatan. Tantangan kita bukan hanya menghasilkan inovasi, tetapi memastikan hasil penelitian dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan dan kemandirian kesehatan nasional,” tegasnya.
Makna dan Harapan
Seminar Ilmiah Nasional Teknomedika 2025 bukan sekadar forum akademik, melainkan momentum strategis untuk membangun kemandirian bangsa dalam bidang kesehatan dan teknologi.
Kehadiran tarian empat etnis dalam pembukaan dan penutupan acara menjadi pengingat bahwa kemajuan ilmu tidak boleh lepas dari akar budaya dan nilai-nilai kebersamaan. Melalui kolaborasi lintas bidang, penguatan jejaring riset, dan semangat inovasi yang berakar pada kearifan lokal, Teknomedika 2025 diharapkan menjadi tonggak penting menuju Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing global.
What's Your Reaction?