Disease Perception and Duration of Suffering with Self-Care Management in Patients with Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan serta pengelolaan mandiri oleh pasien untuk mencegah komplikasi. Persepsi terhadap penyakit dan lamanya menderita dapat memengaruhi perilaku perawatan diri. Pemahaman hubungan ini penting untuk mengembangkan intervensi yang tepat guna meningkatkan hasil kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara persepsi penyakit dan lama menderita dengan manajemen perawatan diri pada pasien DM. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan desain potong lintang pada 150 pasien DM di puskesmas. Data diperoleh melalui kuesioner valid mengenai persepsi penyakit dan manajemen perawatan diri, serta catatan medis untuk menentukan lama menderita. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan regresi berganda. Terdapat korelasi positif signifikan antara persepsi penyakit dan manajemen perawatan diri (r = 0,62; p < 0,01). Pasien dengan durasi sakit lebih lama menunjukkan praktik perawatan diri lebih baik (r = 0,45; p < 0,05). Analisis regresi menunjukkan persepsi penyakit menjadi prediktor lebih kuat dibanding lama menderita (β = 0,58; p < 0,01). Persepsi tinggi terhadap keseriusan dan kemampuan mengendalikan DM berpengaruh positif pada manajemen perawatan diri. Lama menderita juga berkontribusi, meski lebih kecil. Tenaga kesehatan perlu meningkatkan pemahaman pasien untuk mendukung perawatan mandiri yang optimal.
What's Your Reaction?